üBerfikir Positif, Optimist, Tidak Takut Celaan
Orang yang Suka Mencela.
Dengan firman Allah, berikut ini “Hai
orang-orang beriman, barang siapa diantara kamu yang murtad dari agamanya, maka
kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai merekan dan
merekanpun mencintai Allah, yang bersikap lemah lembut kepada orang mukmin,
yang bersikap keras kepada orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan tidak
takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang
diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah maha luas
pemberian-Nya, lagi maha mengetahui ” (Al-Maidah: 54)
ü
Berfikir Besar.
Berfikir besar, positif dan khusnudzan
adalah starting point untuk melakukan hal yang lebih besar dan orang-orang
besar selalu berfikir bahwa amalan mereka adalah untuk kebaikan tidak hanya
bagi dirinya, tetapi juga bagi orang banyak.
ü
Berani Gagal dan Berani Salah.
Rasullulah bersabda dalam hadistnya “Lau
laa annakum tudzhibuuna lakhalaqallah tabaaraka wa ta’aala khalaqan yudzhibuuna
fa yaghfirulahum “ .yang Artinya “ Apabila kamu tidak pernah berbuat
salah(dosa), maka Allah tabaaraka wa ta’aala akan menciptakan makhluk lain yang
dibuat-Nya berdosa kemudian ia bertaubat dan Allah mengampuni mereka(HR.Muslim)”
ü
Tahan Banting.
Kesuksesan memang tidak mudah, semakin
tinggi kesuksesan kita maka cobaan dan tantangan semakin banyak. Semakin
Berkualitas sesorang maka ujian, cobaan, fitnah dan tantangan juga semakin
berat.
Baik atau buruknya kehidupan kita, dan
prestasi-prestasi kita perlu dibuktikan dengan ujian dan cobaan. Sebab dengan
ujian itu pula Allah menghendaki kebaikan bagi kita. Hadist riwayat Attirmidzi,
yang artinya “Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan cobaan.
Sesungguhnya Allah azza wa jalla bila mencintai suatu kaum Allah menguji
mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa
murka baginya murka Allah ”
ü
Selalu Mempersiapakan Diri dengan Optimal
Dengan firman Allah, berikut ini “Dan
siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi, dan
dari kuda-kuda yang ditambatkan yang dengan persiapaan itu kamu mampu
menggetarkan musuh-musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu
tidak mengetahuinya sedangkan Allah mengetahui. Apa saja yang kamu nafkahkan
dijalan Allah niscaya akan dibalas dengan balasan yang memadai dan kamu tidak
akan dirugikan. (Al-Anfal: 66) ”
ü
Tidak Meremehkan Orang Lain
Seorang pemenang bukanlah seorang yang
egois. Ia mengenali kelebihan-kelebihannya sekaligus kelemah-lemahannya itu
sebabnya ia menghargai orang lain untuk bersama-sama meraih prestasi.
Sikap tidak meremehkan orang lain ini
menyebapkan sang pemenang senantiasa istimewa ketika harus bekerja bersama-sama
atau berjamaah. Sebab sesungguhnya masalah berjamaah, bekerja dalam tim,
membangun jaringan senantiasa disinggung dalam buku-buku pengembangan pribadi.
ü
Resilient, Elastis, dan Pintar Menyesuaikan Diri
Seorang yang bermental pemenang tidak pernah
menyalahkan perubahan yang terjadi pada diri atau pada lingkungannya. Ia pintar
menyesuaikan diri dengan perubahan. Selama perubahan itu bukan hal yang
melanggar syariat Allah.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar