Total Tayangan Halaman

Minggu, 15 Januari 2012

Ciri" para pemanang



üBerfikir Positif, Optimist, Tidak Takut Celaan Orang yang Suka Mencela.
Dengan firman Allah, berikut ini “Hai orang-orang beriman, barang siapa diantara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai merekan dan merekanpun mencintai Allah, yang bersikap lemah lembut kepada orang mukmin, yang bersikap keras kepada orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah maha luas pemberian-Nya, lagi maha mengetahui ” (Al-Maidah: 54)
ü  Berfikir Besar.
Berfikir besar, positif dan khusnudzan adalah starting point untuk melakukan hal yang lebih besar dan orang-orang besar selalu berfikir bahwa amalan mereka adalah untuk kebaikan tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi orang banyak.
ü  Berani Gagal dan Berani Salah.
Rasullulah bersabda dalam hadistnya “Lau laa annakum tudzhibuuna lakhalaqallah tabaaraka wa ta’aala khalaqan yudzhibuuna fa yaghfirulahum “ .yang Artinya “ Apabila kamu tidak pernah berbuat salah(dosa), maka Allah tabaaraka wa ta’aala akan menciptakan makhluk lain yang dibuat-Nya berdosa kemudian ia bertaubat dan Allah mengampuni mereka(HR.Muslim)”
ü  Tahan Banting.
Kesuksesan memang tidak mudah, semakin tinggi kesuksesan kita maka cobaan dan tantangan semakin banyak. Semakin Berkualitas sesorang maka ujian, cobaan, fitnah dan tantangan juga semakin berat. 
Baik atau buruknya kehidupan kita, dan prestasi-prestasi kita perlu dibuktikan dengan ujian dan cobaan. Sebab dengan ujian itu pula Allah menghendaki kebaikan bagi kita. Hadist riwayat Attirmidzi, yang artinya “Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan cobaan. Sesungguhnya Allah azza wa jalla bila mencintai suatu kaum Allah menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa murka baginya murka Allah ”

ü  Selalu Mempersiapakan Diri dengan Optimal
Dengan firman Allah, berikut ini “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi, dan dari kuda-kuda yang ditambatkan yang dengan persiapaan itu kamu mampu menggetarkan musuh-musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya sedangkan Allah mengetahui. Apa saja yang kamu nafkahkan dijalan Allah niscaya akan dibalas dengan balasan yang memadai dan kamu tidak akan dirugikan. (Al-Anfal: 66) ”
ü  Tidak Meremehkan Orang Lain
Seorang pemenang bukanlah seorang yang egois. Ia mengenali kelebihan-kelebihannya sekaligus kelemah-lemahannya itu sebabnya ia menghargai orang lain untuk bersama-sama meraih prestasi.
Sikap tidak meremehkan orang lain ini menyebapkan sang pemenang senantiasa istimewa ketika harus bekerja bersama-sama atau berjamaah. Sebab sesungguhnya masalah berjamaah, bekerja dalam tim, membangun jaringan senantiasa disinggung dalam buku-buku pengembangan pribadi.
ü  Resilient, Elastis, dan Pintar Menyesuaikan Diri
Seorang yang bermental pemenang tidak pernah menyalahkan perubahan yang terjadi pada diri atau pada lingkungannya. Ia pintar menyesuaikan diri dengan perubahan. Selama perubahan itu bukan hal yang melanggar syariat Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar